
METODE
RISET
ILMU
DAN PENELITIAN
Ilmu adalah pengetahuan tentang fakta, baik eksakta (natura) maupun sosial yang
berlaku umum dan sistematik, sehingga dapat disimpulkan pernyataan-pernyataan
(misalnya dalil) berdasarkan kaidah-kaidah umum. Ilmu selain merupakan himpunan
pengetahuan yang sistematis, juga merupakan suatu metodologi, dalam hal ini
ilmu telah memberikan metode dan sistem, serta membentuk kebiasaan,
meningkatkan kemampuan melakukan observasi, eksperimen, klasifikasi, analisis
dan generalisasi.
Dengan adanya keingintahuan manusia yang terus menerus, maka ilmu akan terus
berkembang dan membantu meningkatkan kemampuan berfikir secara logis yang
disebut penalaran. Proses berfikir adalah suatu refleksi yang teratur dan
hati-hati yang lahir dari suatu keragu-raguan dan keinginan untuk memperoleh
suatu ketentuan yang kemudian berkembang menjadi masalah yang khas, yang
dipecahkan melalui penyelidikan berdasarkan metode tertentu, sehingga
kesimpulan tentatif dapat ditarik. Dengan demikian, proses berfikir logis
(penalaran) memiliki 2 (dua) unsur penting, yaitu : (1) Logis, dan (2)
Analitis.
Rasio atau fakta (data empiris) merupakan sumber utama penalaran. Pada
hakekatnya berfikir secara ilmiah merupakan gabungan antara penalaran secara
deduktif dan induktif yang berkaitan erat dengan rasionalisme dan empirisme.
Induksi merupakan cara berfikir untuk menarik suatu kesimpulan yang bersifat
umum dari kasus-kasus yang bersifat individual. Sedangkan Deduksi merupakan
cara berfikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus berdasarkan
pernyataan yang bersifat umum. Dalam hal ini upaya inquiry/observasi/investigasi
terhadap pengetahuan baru, atau sekurang-kurangnya sebuah pengaturan baru, atau
interpretasi (penafsiran) baru dari pengetahuan yang diperoleh, merupakan makna
dari penelitian. Selengkapnya : Ilmu
dan Penelitian
Support :
–
PROSES
PENELITIAN
Penyelidikan
(inquiry) ilmiah dalam hypothetico-deductive model terdiri atas 2
(dua) aspek yang perlu diperhatikan yaitu (1) proses menyusun kerangka
konseptual dan hipotesis, serta ; (2) desain yang meliputi perencanaan studi
aktual, pengumpulan data dan analisis data. Proses penelitian diawali dengan
pengamatan atas bidang/keluasan penelitian, pengumpulan data awal,
mendefinisikan masalah, mengembangkan kerangka teoritis, dan menyusun
hipotesis. Sementara itu, desain penelitian terdiri atas unsur penetapan tujuan
studi, jenis investigasi, tingkat interferensi, konteks studi, unit analisis,
teknik sampling, horison waktu, pengukuran dan ukuran, metode pengumpulan data,
dan analisis data. Tahapan berikutnya adalah deduksi terhadap hasil pengujian
hipotesis. Bila semua atau sebagaian besar hipotesis diterima, dan
pertanyaan/masalah penelitian sepenuhnya terjawab, maka peneliti akan menulis
laporan hasil penelitian, dan melakukan presentasi. Akhirnya manajemen dapat
mengambil keputusan yang tepat berdasarkan hasil penelitian tersebut.
Selengkapnya : Proses
Penelitian
Support :
–
PENGAMATAN,
PENGUMPULAN DATA AWAL, DAN BATASAN MASALAH
Pengamatan yang berfokus kepada situasi tertentu merupakan upaya
pengidentifikasian ruang lingkup penelitian. Persoalan yang dapat
diidentifikasi dapat berupa masalah yang sedang dihadapi dan memerlukan solusi,
area/bidang/sistem yang memerlukan perbaikan, persoalan konseptual untuk
mengerucutkan pemahaman atas fenomena tertentu, atau pertanyaan penelitian yang
ingin dijawab secara empiris. Sementara itu pengumpulan data awal difokuskan
kepada informasi yang bersifat umum, aspek struktural, dan respon (dalam bentuk
persepsi, sikap, dan perilaku) manajemen/karyawan/client. Pengumpulan
data mengenai nilai, struktur dan proses bermanfaat untuk mengungkapkan real
problem, real issues, atau symptoms. Dengan demikian, masalah dapat
dibatasi secara jelas, presisi dan ringkas. Selengkapnya : Proses
Penelitian 1,2,3
Support
: –
KERANGKA
TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS
Kerangka teoritis merupakan model konseptual bagaimana teori/pengertian logis
disusun untuk menghubungkan beberapa faktor yang diidentifikasi berkenaan
dengan masalah penelitian. Konsep-konsep yang relevan diabstraksikan menjadi
variabel yang merupakan bagian integral dari suatu keadaan/situasi dinamis yang
diteliti. Inti dari kerangka teoritis adalah mendefinisikan variabel,
menguraikan keterkaitan antar variabel, menjelaskan teori yang mendasari
keterkaitan antar variabel, dan menggambarkan sifat dan arah keterkaitan antar
variabel. Dugaan logis mengenai keterkaitan antara dua atau lebih variabel yang
dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang dapat diuji secara empiris disebut
hipotesis. Selengkapnya : Proses
Penelitian 4,5
Support
: –
DESAIN
PENELITIAN
Desain
penelitian sebagai tahapan yang perlu dilakukan setelah merumuskan hipotesis,
terdiri atas serangkaian pilihan pengambilan keputusan. Aspek-aspek dalam
desain penelitian yang perlu diperhatikan adalah dalam menentukan tujuan studi,
jenis penelitian/investigasi, tingkat interferensi, setting kajian, unit
analisis, teknik sampling, menentukan horison waktu, menentukan pengukuran dan
ukuran, pengumpulan data sampai analisis data.
Desain penelitian secara umum perlu mempertimbangkan batasan waktu penelitian,
biaya dan sumber daya lain yang akan dikorbankan, dan kemampuan peneliti itu
sendiri. Oleh karena itu peneliti perlu mempertimbangkan faktor manfaat yang
akan diperoleh dari pilihan-pilihan dalam pengambilan keputusan berkenaan
dengan unsur-unsur desain penelitian yang dimaksud. Selengkapnya : Desain
Penelitian-Prs 6
Support
: –
PENGUKURAN
VARIABEL.
Objek yang secara fisik dapat diukur dengan instrumen kalibrasi tidak memiliki
masalah dalam pengukuran (misalnya : tinggi badan, ukuran meja, luas bangunan
dll), atau hal mudah lain dalam pengukuran yang tidak bermasalah misalnya
berkenaan dengan karakteristik demografi personal (misal : lama bekerja di
perisahaan, jabatan sekarang, status marital dll). Masalah pengukuran akan
menjadi rumit bila berkenaan dengan karakteristik yang bersifat abstrak
(persepsi, sikap, perilaku). Masalah pengukuran variabel yang perlu
diperhatikan adalah : (1) Objektivitas dan ketelitian pengukuran, (2)
Keakuratan pengukuran.
Salah satu teknik untuk mereduksi pernyataan/konsep yang bersifat abstrak
adalah mengabstraksikan konsep tersebut kedalam karakteristik/perilaku yang dapat
diobservasi, yang disebut operasionalisasi konsep. Cara yang umum digunakan
adalah dengan menetapkan dimensi (: karakteristik tipikal dari suatu konsep
yang memiliki unsur-unsur yang dapat diukur), aspek/properti dari konsep
tersebut, kemudian dijabarkan ke dalam unsur yang dapat diukur. Selengkapnya
: Pengukuran Variabel -lock- dan Kesesuaian
Pengukuran -lock-
Support
: –
TEKNIK
PENGUMPULAN DATA
Data dikumpulkan dari berbagai sumber dengan kategori data primer dan data
sekunder. Data primer berkenaan dengan informasi (mengenai variabel yang
diteliti) yang diperoleh dari tangan pertama (subjek yang diteliti, diskusi
kelompok atau panel). Sementara data sekunder berkenaan dengan informasi
(mengenai variabel yang diteliti) yang diperoleh dari pihak lain yang memiliki
kompetensi untuk mengumpulkan, mengolah dan mempublikasikan informasi secara
independen (misal : BI, BPS, Departemen/ Dinas/Badan/Lembaga spesifik, Bursa
Efek, Penelitian Sebelumnya yang dipublikasikan, dll).
Teknik pengumpulan data merupakan bagian integral dari desain penelitian, dan
peneliti harus memiliki pengetahuan yang memadai mengenai prosedur dan
instrumen pengumpulan data. Beberapa teknik (metode) pengumpulan data yang umum
digunakan adalah : (1) Observasi ; (2) Interview, dan ; (3) Kuesioner.
Selengkapnya : Teknik Pengumpulan Data -lock-
Support
: – Teknik Sampling -lock-
ANALISIS
DATA.
Terdapat 4 (empat) langkah yang perlu
diperhatikan dalam analsis data, yaitu : (1) Mempersiapkan data untuk analisis,
yang meliputi kegiatan : editing data, penanganan blank-responses, coding,
Kategorisasi, dan data entry, ; (2) Menentukan Ukuran Gejala Pusat dan
Dispersi (Rata-rata, Standar Deviasi, Distribusi Frekuensi dll), ; (3)
Menentukan Kesesuaian Data (Uji Reliabilitas dan Uji Validitas), dan ;
(4) Uji Hipotesis, yang berkenaan dengan pemilihan alat dan teknik uji
statistik secara tepat. Selengkapnya : (1) Teknik
Analisis Data, -lock- dan ; (2) Laporan Hasil Penelitian. -lock-
https://tedirustendi32.wordpress.com/tedi-rustendi/metode-penelitian-bisnis/
